Kebijakan Backup dan Recovery Database

Backup database merujuk pada proses pembuatan salinan data dari sebuah database yang ada, dengan tujuan untuk melindungi data tersebut dari kehilangan yang tidak disengaja, kerusakan, atau kejadian darurat lainnya. Tujuan utama dari membuat backup database adalah untuk memastikan bahwa data yang berharga dan penting dalam database dapat dipulihkan dengan cepat dan efisien jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kegagalan perangkat keras, kesalahan manusia, serangan peretas, atau bencana alam.

Backup database berperan penting dalam strategi pemulihan bencana (disaster recovery) dan pemulihan data (data recovery). Dengan melakukan backup secara teratur, organisasi atau individu dapat meminimalkan risiko kehilangan data dan memungkinkan mereka untuk dengan cepat memulihkan operasi normal setelah terjadinya insiden yang mengancam data.

Jenis Backup Database

  1. Full Backup: Backup lengkap dari seluruh database. Ini mencakup semua data dan struktur database.
  2. Incremental Backup: Backup yang hanya mencakup perubahan yang terjadi sejak backup terakhir, yang membantu menghemat ruang penyimpanan dan waktu backup.
  3. Differential Backup: Backup yang mencakup semua perubahan yang terjadi sejak backup lengkap terakhir, tanpa memperhatikan backup inkremental sebelumnya.
  4. Snapshot Backup: Salinan instan dari database pada suatu titik waktu tertentu.
  5. Remote Backup: Backup yang disimpan di lokasi yang terpisah dari lokasi asli database, untuk melindungi data dari bencana alam atau kejadian lain yang dapat merusak lokasi fisik.

Mengapa Butuh Data Backup dan Recovery?

1. Semua Rentan Menjadi Sasaran Pencurian Data

Siapapun dan apapun bisnis Anda tidak jadi jaminan untuk tidak menjadi sasaran ancaman pencurian data karena hacker tidak memilih target mereka. Hacker memiliki sejumlah alasan, mulai dari mengincar data sensitif, balas dendam, meminta uang tebusan, atau sekedar ingin menunjukkan eksistensi mereka.

2. Kehilangan Data Karena Berbagai Alasan

Bisnis bisa saja kehilangan data karena kesalahan manusia (human error), kerusakan perangkat, hingga bencana alam.

3. Tidak Semua Data Dapat Dikembalikan

Tak dapat dipungkiri jika ada beberapa data bisnis yang tidak dapat di-recovery ketika sudah hilang.

4. Downtime Merugikan Bisnis

Saat data hilang, maka operasional bisnis menjadi terhenti hingga waktu yang tidak dapat dipastikan. Karyawan sulit untuk bekerja karena data customer atau aplikasi bisnis tidak dapat dibuka.

5. Reputasi Terancam

Operasional bisnis yang terhenti karena kehilangan data akan memengaruhi reputasi bisnis hingga berpotensi membuat kepercayaan customer menurun.

Pentingnya Data Backup dan Recovery

Data backup dilakukan untuk membuat salinan data yang dapat dipulihkan ketika terjadi kerusakan atau kehilangan pada data utama. Keberadaan data backup memungkinkan Anda melakukan pemulihan data dari awal dengan cepat.

Anda bisa melakukan backup menggunakan media tambahan seperti flashdisk, external hardisk, hingga cloud. Apabila bisnis Anda berada di lokasi yang rawan terjadi bencana, ada baiknya untuk mempertimbangkan alternatif lokasi backup di tepat berbeda agar mempermudah proses recovery.

Untuk hasil recovery terbaik, lakukan backup secara teratur dan konsisten agar meminimalkan data yang hilang. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk backup secara rutin, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk memulihkan kembali ketika data itu dibutuhkan.

Manfaat Melakukan Data Backup

Salah satu manfaat utama bagi bisnis yang rutin melakukan data backup tentu bersiap untuk kemungkinan terburuk agar data penting tidak hilang. Selain itu, ada tiga manfaat utama rutin melakukan data backup.

1. Mudah Mengakses Kembali File Saat Dibutuhkan

Saat ada data atau file yang dibutuhkan, Anda hanya perlu data tersebut dalam hitungan detik untuk mencari kembali dari yang sudah di-backup. Termasuk untuk data yang di-backup di cloud bisa lebih mudah diakses salinannya dengan cepat melalui koneksi internet.

2. Melindungi Perangkat dari Kerusakan

Perangkat yang digunakan mulai dari komputer, laptop, hingga perangkat seluler rentan mengalami keruskan, baik kerusakan sistem, bencana, pengaruh pemadaman listrik, dan kinerja hardisk yang menurun hingga berpotensi hilangnya data penting.

3. Memulihkan Sistem Operasi yang Crash

Salah atu penyebab komputer rusak bisa saja terkait dengan sistem operasi yang gagal saat memproses berbagai program dan pengalokasian memori. Data backup menjadi lebih efisien untuk mengamankan data Anda dari kegagalan sistem operasi.

Manajemen backup database melibatkan perencanaan yang cermat, termasuk pemilihan frekuensi backup, metode backup yang tepat, serta penyimpanan dan pengelolaan salinan cadangan dengan aman. Selain itu, penting juga untuk secara berkala menguji proses pemulihan dari backup untuk memastikan bahwa data dapat dipulihkan dengan sukses jika diperlukan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh bantuan?
Hallo
Bisakah kami membantu Anda?