Mau Urus Domisili, Warga Hawai Garden Tinggal Klik Kintis.id

Mau Urus Domisili, Warga Hawai Garden Tinggal Klik Kintis.id

BATAM (marwahkepri.com) – Untuk membuat surat domisili di tingkat RT/RW, sebagian besar masyarakat Batam masih menggunakan cara manual, atau dengan cara mendatangi rumah RT dan RW.

Namun berbeda dengan Perumahan Hawai Garden yang berada di Kelurahan Belian, Batam Kota. Warga di sana sudah memanfaatkan teknologi dalam mengurus surat domisili, yaitu dengan sistem online.

“Warga tidak perlu lagi mendatangi rumah RT/RW untuk mengurus surat domisilinya, mereka cukup masuk ke situs Kintis.id, selanjutnya mendaftar sebagai warga di website itu, nanti bakalan di-upgrade sama RT/RW,” kata Armeizir Nurgumala, pendiri Kintis.id, Kamis (13/12/2018).

Armeizir membuat website Kintis.id berawal dari pengalaman yang ia rasakan saat mengurus surat domisili. Saat itu kata Armeizir, untuk mengurus surat domisili saja dia membutuhkan waktu hampir seminggu.

“Saat itu pak RT nya sedang berada diluar kota, jadi harus menunggu sampai beliau pulang, setelah pak RT pulang dan dapat surat dari dia, terkendala lagi di RW, pak RW sering tidak dirumah karena bekerja,” ungkapnya.

Armeizir menyadari penduduk Batam yang rata-rata adalah pekerja memiliki kesibukan masing-masing. Beberapa warga yang mengurus domisili memiliki kendala yang sama, karena waktu bekerja antara RT/RW dengan warga tidak bisa ditentukan.

Dia kemudian berpikir bagaimana caranya agar warga yang ingin mengurus surat domisili tidak perlu bolak-balik kerumah RT/RW tetapi masih tetap terhubung dengan mereka.

Armeizir pun berinisiatif untuk memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus surat domisili dengan sistem online.

Ketika memiliki waktu luang, pria lulusan IT Universitas Trisakti Jakarta ini mengotak-atik komputernya dan membuat konsep bagaimana bentuk website yang akan digunakan. Sekitar sebulanan membuat konsep website pengajuan domisili secara online, akhirnya Armeizir menemui Ketua RT dan Ketua RW yang ada di Perumahan Hawai Garden tersebut.

Setelah bercerita panjang lebar tentang situs yang ia buat, RT dan RW di perumahan itu begitu antusias dan memberikan support pada Armeizir. Konsep website awal mereka bernama semogajaya.com.

Hari kemudian berlalu, Armeizir merasa nama semogajaya.com kurang tepat digunakan dalam pemerintahan RT/RW, dia kemudian mencari nama yang unik dan mudah diingat oleh orang lain.
Nama Kintis kemudian pilihan yang tepat menurut Armeizir digunakan pada website perumahannya tersebut.

Armeizir mengatakan nama Kintis berasal dari bahasa Gayo Aceh yang memiliki 2 arti, yakti semut dan kuat. Kintis diharapkan bisa menjadi situs yang dapat membantu memudahkan para warga dalam administrasi di RT/RW.

Pembuatan Kintis.id sendiri membutuhkan waktu hampir 1 tahun dengan biaya Armeizir sendiri. Sekarang ini Kintis.id sudah digunakan oleh 3 RT dan 1 RW di Kota Batam.

Armeizir berharap website yang ia buat ini kedepannya dapat digunakan oleh RT/RW lain, bahkan dia sudah menyiapkan database untuk tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota dan Provinsi untuk seluruh Indonesia.

“Ini murni saya buat untuk memudahkan masyarakat, saya tidak pernah meminta bayaran sepeser pun, siapa pun yang ingin mendaftarkan RT/RW dan perumahannya di situs Kintis.id kita berikan secara gratis,”pungkasnya.(mk/mun)

3 Comments

  1. card

    Seamlessly scale ubiquitous customer service through team building interfaces. Authoritatively revolutionize distinctive e-commerce and next-generation systems

    1. card

      Credibly utilize transparent communities before timely platforms. Energistically streamline stand-alone web services for cross-media e-markets.

  2. card

    Seamlessly scale ubiquitous customer service through team building interfaces. Authoritatively revolutionize distinctive e-commerce and next-generation systems

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *